wisata religi blitar

Blitar, Jawa Timur, Indonesia, merupakan tempat wisata religi yang kaya akan sejarah dan makna spiritual. Beberapa objek wisata religi yang populer di Blitar antara lain Makam Bung Karno, pendiri Republik Indonesia, yang menarik pengunjung dari seluruh tanah air.

Ada pula Makam Soekarno Hatta, makam keluarga Presiden pertama dan wakilnya, dan juga kompleks Candi Penataran, sebuah candi Hindu kuno yang mencerminkan warisan agama di masa lalu. Blitar menawarkan perjalanan spiritual dan sejarah bagi pengunjung yang tertarik dengan warisan budaya dan agama di Indonesia.

6 Tempat Wisata Religi Blitar yang Harus Didatangi

Blitar, sebuah kota di Jawa Timur, Indonesia, memiliki banyak tempat wisata religi yang sarat sejarah dan makna spiritual. Bagi para pengunjung yang tertarik untuk mengeksplorasi sisi religius dan sejarah kota ini, berikut adalah enam tempat wisata religi di Blitar yang harus didatangi:

  1. Makam Bung Karno (Astana Giribangun)

Makam Bung Karno, atau nama lengkapnya Ir. Soekarno, adalah tempat wisata religi yang paling terkenal di Blitar. Bung Karno adalah proklamator kemerdekaan Indonesia dan Presiden pertama Republik Indonesia. Astana Giribangun merupakan nama kompleks pemakaman keluarga Soekarno yang terletak di Desa Rowotamtu, Kecamatan Sanankulon, sekitar 15 km dari pusat kota Blitar.

Kompleks pemakaman ini termasuk kompleks yang luas dan indah dengan berbagai bangunan dan taman. Di sini, pengunjung dapat mengunjungi makam Bung Karno, juga makam ibu dan saudaranya. Pengunjung juga dapat melihat beberapa koleksi pribadi Soekarno, seperti mobil kepresidenan dan benda-benda bersejarah lainnya. Astana Giribangun menjadi tempat ziarah bagi warga Indonesia yang ingin mengenang dan menghormati jasa-jasa Bung Karno dalam perjuangan kemerdekaan.

  1. Makam Soekarno Hatta

Kompleks Makam Soekarno Hatta terletak di Desa Kemayoran, Kecamatan Talun, Blitar. Tempat ini merupakan pemakaman keluarga Presiden Soekarno dan Wakil Presiden pertama Indonesia, Mohammad Hatta. Dalam kompleks ini, terdapat makam Soekarno dan Hatta yang bersebelahan. Makam Soekarno berbentuk batu nisan sederhana dengan pahatan Pancasila, sementara makam Hatta dihiasi dengan pahatan kaligrafi Arab.

Pengunjung yang datang ke sini dapat mengenang jasa-jasa besar kedua tokoh proklamator kemerdekaan Indonesia tersebut dan merenungkan nilai-nilai luhur yang mereka perjuangkan untuk bangsa dan negara.

  1. Candi Penataran

Candi Penataran adalah salah satu kompleks candi Hindu terbesar di Indonesia, yang terletak di Desa Penataran, Kecamatan Nglegok, sekitar 12 km dari kota Blitar. Candi ini merupakan bagian dari kompleks candi Tegowangi yang memiliki nilai sejarah dan keagamaan yang tinggi.

Candi Penataran berdiri megah dan indah di tengah-tengah persawahan. Tempat ini menawarkan pesona arsitektur kuno dan ukiran-ukiran cantik pada dinding candi. Pengunjung dapat berkeliling kompleks candi, mengamati relief-relief yang menceritakan kisah epik Mahabharata dan Ramayana, serta merenungkan keagungan agama Hindu di masa lampau.

  1. Candi Kidal

Candi Kidal adalah candi Hindu yang terletak di Desa Kidal, Kecamatan Tumpang, sekitar 25 km dari pusat kota Blitar. Candi ini menjadi salah satu destinasi wisata religi yang menarik untuk dikunjungi karena arsitekturnya yang unik dan indah.

Candi Kidal merupakan kompleks candi dengan bentuk bangunan utama dan candi perwara yang mengelilingi. Candi ini memiliki arca-arca dan relief-relief yang menarik untuk dijelajahi. Keunikan Candi Kidal terletak pada arca Dwarapala yang mengawal pintu masuk candi dengan wajah yang ramah. Candi ini menyajikan suasana spiritual dan sejarah yang menarik bagi pengunjung yang ingin memahami lebih lanjut tentang peradaban Hindu di Indonesia.

  1. Makam Ki Ageng Enis dan Makam Kyai Ageng Gribig

Makam Ki Ageng Enis dan Makam Kyai Ageng Gribig adalah dua tempat ziarah yang terletak di Desa Kedungsalam, Kecamatan Wlingi, Blitar. Tempat ini merupakan tempat peristirahatan terakhir dari dua tokoh penyebar agama Islam di daerah Blitar.

Makam Ki Ageng Enis merupakan makam seorang wali yang sangat dihormati dan sering dijadikan tempat ziarah bagi warga yang ingin berdoa dan menghormatinya. Sedangkan Makam Kyai Ageng Gribig adalah makam seorang ulama terkenal yang memiliki banyak murid. Tempat ini menawarkan suasana religi yang khusyuk dan penuh makna bagi pengunjung yang datang untuk berdoa dan merenung.

  1. Makam Syekh Subakir dan Syekh Madenda

Makam Syekh Subakir dan Syekh Madenda terletak di Desa Grogol, Kecamatan Srengat, Blitar. Tempat ini merupakan tempat ziarah bagi warga Muslim yang ingin mengenang dan menghormati dua ulama besar di daerah Blitar.

Makam Syekh Subakir adalah seorang ulama terkemuka yang memiliki banyak pengikut, sementara Syekh Madenda adalah ulama yang dihormati dan dijadikan tempat ziarah untuk memohon berkah. Makam-makam ini menjadi tempat suci bagi para pengunjung yang ingin berdoa dan mencari berkah dari dua tokoh agama yang dihormati di daerah Blitar.

Sebagai kota yang kaya akan sejarah dan keagamaan, Blitar menawarkan banyak tempat wisata religi yang menarik untuk dikunjungi. Pengunjung dapat merenungkan nilai-nilai spiritual dan menghormati jasa-jasa para tokoh agama yang telah berjuang untuk kebaikan dan kemaslahatan masyarakat. Bagi pecinta wisata religi, Blitar adalah destinasi yang layak untuk dijelajahi dan dirasakan kedekatan dengan spiritualitas yang kaya dan mendalam. Dan jangna lupa untuk sewa mobil Jakarta untuk bepergian, ya!